21 Feb 2013

Bunga Teratai

ARTI  DAN LAMBANG BUNGA TERATAI

Terkadang orang awam atau justru orang paskib sendiri kurang tau akan arti dari kata PASKIBRAKA, PASKIBRATA, DAN PURNA PASKIBRAKA INDONESIA. Masing - masing memiliki arti, sejarah, serta lambang yang berbeda. Disini akan dibahas bersama arti lambang - lambang tersebut.

  1. PASKIBRAKA: merupakan kepanjangan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Tugas dari PASKIBRAKA itu sendiri adalah mengibarkan duplikat Bendera Pusaka di Istana Negara pada saat upacara peringatan proklamasi 17 Agustus. Keanggotaan daripada PASKIBRAKA sendiri berasal dari siswa/siswi Sekolah Menengah Atas atau setingkat yang berada di kelas 1 dan 2. Seleksi diadakan diseluruh provinsi dan wilayah di Indonesia biasanya diadakan pada bulan April untuk persiapan Upacara 17 Agustus.
  2. PASKIBRATA: merupakan kepanjangan dari Pasukan Pengibar Bendera Tanah Air. Tugas dari PASKIBRATA adalah mengibarkan duplikat bendera kebangsaaan Sang Merah Putih di Kabupaten / Kotamadya / Provinsi. Anggotanya juga berasal dari siswa / siswi SMA atau setingkat yang berada di kelas 1 dan 2. Keanggotaannya diadakan seleksi.
  3. PURNA PASKIBRAKA INDONESIA: atau sering disingkat PPI. Adalah suatu organisasi perkumpulan anggota Paskibraka Indonesia yang didirikan oleh alumni PASKIBRAKA yang pernah tugas pada tingkat nasional pada tahun 1975. Pada tahun 80an, PPI merupakan organisasi binaan DEPDIKBUD, yang berada di setiap wilayah provinsi di Indonesia dan tidak memiliki kepengurusan ditingkat pusat. Akhirnya Pada tanggal 21 Desember 1989, terbentuklah kepengurusan resmi PPI Pusat lengkap dengan perangkat AD ARTnya.
Sekarang semuanya bisa membedakan ketiga arti kata itukan? Mengenai lambang dari Korps PASKIBRAKA ( Untuk tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kodya menggunakan lambang yang sama untuk mempersatukan korps ) yaitu perisai berwarna hitam dengan garis pinggir dan huruf berwarna kuning.

Sementara itu untuk lambang PPI adalah gambar bunga teratai yang dikelilingi mata rantai, yang memiliki makna sebagai berikut: Lambang berupa bunga teratai yang tumbuh dari lumpur (tanah) dan berkembang di atas air, hal ini bermakna bahwa anggota Paskibraka adalah pemuda dan pemudi yang tumbuh dari bawah (orang biasa) dari tanah air yang sedang berkembang dan membangun.
Bunga teratai berdaun bunga 3 (tiga) helai tumbuh ke atas (mahkota bunga), bermakna belajar, bekerja, dan berbakti.
Bunga teratai berkelopak 3 (tiga) helai mendatar bermakna aktif, disiplin, dan gembira.
Mata rantai berkaitan melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia yang ada di berbagai pelosok penjuru (16 penjuru arah mata angin) tanah air.
Rantai persaudaraan ini tanpa memandang asal suku, agama, status sosial, dan golongan, akan membentuk jalinan mata rantai persaudaraan yang kokoh dan kuat. Sehingga mampu menangkal bentuk pengaruh dari luar dan memperkuat ketahanan nasional, melalui jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan yang telah tertanam dalam dada setiap anggota Paskibraka.

Pada lambang bungai teratai PPI ini terkadang ada anggapan bahwa lambang itu adalah lambang Organisasi Paskibra.

Yang jelas pengibaran tahun ini tidak akan menjadi halangan bagi rekan rekan yang bertugas dimanapun untuk mengibarkan sang merah putih hingga puncak tiangnya. Salam PURNA KAB.POSO,... Semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Paskibraka
http://paskibraka2005.blogspot.com/2009/05/makna-lambang-korps-paskibraka_31.html
http://ppitangsel.wordpress.com/artikel/lambang-purna-paskibraka-indonesia/

Tangisan Sang Bayi

Kenapa Bayi Menangis Saat dilahirkan ???,...

Kalau ada Bayi lahir kemudian tertawa, itu adalah salah satu keajaiban di antara sekian banyak keajaiban di dunia. 
dan memang belum pernah tercatat dalam sejarah, dan kalau ada bayi lahir menangis, itu adalah tanda kehidupan yang normal....

Hanya saja sampai sekarang belum ada yang tahu persis mengapa bayi yang lahir itu mesti menangis. Tangis bahagiakah ?? Tangis sedihkah ?? atau Tangis sandiwara ??,...

Para bijak bestari memaparkan pandangannya, bahwa bayi lahir yang menangis itu disebabkan TERKEJUT.
Keterkejutan itu bermula ketika pindah alam, dari Alam Rahim yang terlindungi dan terjamin keperluannya, tiba-tiba harus menghadapi situasi yang benar-benar lain. Panasnya udara, Polusi, Bising Suara, dan lainnya. 

Yang jelas tidak ada kata yang terucap dari mulut manusia pertama dilahirkan kecuali menangis. dan tangis itulah modal utama sang bayi untuk mempertahankan hidupnya.

Dalam perjalanannya, sang bayi terus berkembang seiring dengan perkembangan situasi. sementara itu, orang tua terus memanjakannya. ketika menangis kedinginan, orang tua memberikan selimut. ketika menangis kelaparan, orang tua repot memberikan susu, ketika menangis kesakitan orang tua sibuk mencarikan obat, dan seterusnya dan sebagainya.
Dengan selalu terpenuhi segala kebutuhannya itu, maka terbiasalah hidup dengan menerima pemberian tanpa susah payah, selalu senang dan mulailah tersenyum dan tertawa bahagia. 

Karena kebiasaan itulah, maka sampai dewasapun manusia ingin seenaknya saja, inginnya memperoleh kesenangan saja, ingin selalu dilayani dan ingin selalu dipenuhi. jika tertimpa sedikit saja dari kesulitan, ia berkeluh kesah dan secepat mungkin ingin menghindar. jika masalah yang dihadapi terasa berat, kembali ia menangis. dan ini lebih baik dari pada dalam suasana duka tetapi justru tertawa-tawa,......

20 Feb 2013

Kesendirian,.........

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!
 
Dikirim Oleh: Anne Ahira ke my e-mail

  Banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan melelahkan.

'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah anda termasuk yang demikian? :-)

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun merasakan kesunyian. Mungkin Anda pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain sebagainya..!

Satu hal yang perlu Anda ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif  yang sangat Anda sukai, misalnya dengan membaca, menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun 
kesukaan  Anda. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
    menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi impian Anda dan belum sempat dilakukan. Anda bisa membuka agenda-agenda pribadi,
 foto-foto jaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

    Percaya, cara ini akan menyadarkan Anda akan
    sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
    Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan? ;-)

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin Anda wujudkan selagi masih hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
    'keinginan gila' saat Anda masih kecil? Atau mimpi-mimpi lain 
 yang belum terlaksanakan?

    Saat itu Anda akan sadar, ternyata banyak sekali hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal *utama* dan yang pertama yang harus Anda lakukan... 
Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Anda.
    Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat keberadaan
 Anda di dunia.

    Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin kokoh kemampuan Anda mengarungi kehidupan, dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan Anda terjebak dalam kesendirian dengan suasana 
'hati yang negatif', membiarkannyaberlarut-larut,
 hingga membuat Anda putus asa.

Kalau Anda mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar kita.

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Anda
jadikan teman, dan ajak bicara!
 
Jika Anda mau terbuka, dalam kesendirian Anda bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Anda bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang Anda miliki.

Dalam kesendirian pula Anda bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali Anda temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Anda.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Anda sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
Anda harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelola-lah perasaan Anda dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)

thank's for all,....


19 Feb 2013

Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa


 







Nikmatilah Perbedaan!


Ditulis oleh: Anne Ahira untuk Abdul Hafid


Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga, warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang menghiasi dunia.

Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja! Alangkah gelapnya dunia ini! :-)

Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak akan merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?! :-)

Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan.

Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.

Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan. Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa, prinsip, atau sekadar pendapat.

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir, kesenangan, dan lain-lain.

Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan.

Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa juga yang akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya?

Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan. Namun, tentu saja semua itu harus bersyarat. Nah, syarat apa saja yang harus dipenuhi?

Berikut di antaranya...
1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.
    Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan. Anggaplah  perbedaan sebagai kekayaan. Cara pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat. Ada baiknya kita mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari perbedaan.

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.
    Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang tepat untuk mengelola perbedaan. Berlatihlah utk menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggungjawab terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide awal kita.

3. Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya.
    Saat bekerja sama dengan orang lain,  salurkan potensi, karakter, minat yang
berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'. Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan mendukung pengembangan potensi masing-masing  individu.

4. Jangan pernah meremehkan orang lain.
    Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain, perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan. Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi tdk bisa digantikan oleh orang lain.

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.
      Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang lain *tidak akan*    menambah nilai lebih bagi kita. Toh kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.    Jadilah beton dalam bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah
yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan. :-)

6. Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya.
    Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah. Oleh sebab itu, pastikan sumber informasi kita bisa terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Lebih bagus lagi jika disertai bukti yang mendukung.

7. Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.
    Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak membantu kita. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada diri kita. Karenanya, koreksi diri  sendiri terlebih dahulu merupakan langkah yang paling bijaksana.

 So, berhentilah menyesalkan perbedaan. Karena jika tidak, kita akan kehilangan sumber kebahagiaan! :-)

18 Feb 2013

SENYUM MEMBAWA KEBAHAGIAAN

"Senyum yang hangat adalah bahasa
universal sebuah kebaikan" 
 William Arthur Ward

Dear All My Friend's yang murah senyum,
Tersenyumlah, setiap kali Anda
membuka mata di pagi hari.
Tersenyumlah untuk hari baru, harapan
baru dan berkah baru.
Meskipun Anda sedang punya masalah,
Anda selalu punya sejuta alasan untuk
tersenyum. Karena jika Anda hitung,
berkah Tuhan pasti lebih banyak
daripada masalah yang datang kepada
Anda. 

My Friend's tersenyumlah, karena kemana pun
Anda pergi, atau apapun bahasa yang
diucapkan orang, setiap orang di
semua budaya dan negara ini mengerti
dan merespon untuk sebuah bahasa
universal:  senyum... :-)

Senyum menciptakan koneksi dengan
orang yang asing sekali pun, yang
tidak berbicara dalam bahasa kita.
Senyum juga menular. Begitu Anda
tersenyum pada orang lain, ia akan
tersenyum balik kepada Anda. 

My Friend's tersenyumlah, karena senyum Anda
akan merangsang munculnya
hormon-hormon seratonin, dopamine dan
hormon-hormon lainnya yang memberikan
rasa senang dan bahagia kepada Anda.
Senyum Anda juga dapat memperkebal
sistem imun tubuh, mengurangi stress,
menurunkan tekanan darah dan
meningkatkan citra positif Anda.
tersenyumlah, senyum manis Anda
yang akan dikenang orang lain dan
menghibur orang-orang yang Anda
kasihi.

tersenyumlah, karena senyum itu
pun mudah dan gratis :-)


 copy by : Anne Ahira Newsletter
Think & Succeed!

Patut di renungkan

NIKMATNYA KEHIDUPAN
Part I...

       Bukanlah hidup namanya, kalau tidak bermasalah. bukanlah seseorang dibilang sukses, kalau tidak sanggup melalui berbagai rintangan. Bukanlah seseorang disebut menang, kalau tidak dibuktikan dengan pertarungan. alhasil, hidup ini penuh dengan permasalahan, penuh perjuangan, peperangan, intrik dan keanekaragaman problematika yang semuanya diciptakan oleh Allah SWT untuk menguji hambanya yang beriman dan bertaqwa.
       Kalaulah manusia mau merenung sejenak, meneliti dan memperhatikan diri mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, kemudian befikir dengan memisalkan sebuah kejadian yang paling pahit yang menimpa dirinya :
  • bagaimana perasaan kita (terutama kaum wanita) seandainya rambut yang indah ini tiba-tiba rontok dan kepala menjadi botak ???
  • bagaimana rasanya seandainya penglihatan kita yang tajam ini tiba-tiba menjadi buta tidak dapat melihat keindahan dunia ???
  • bagaimana rasanya kalau kuping tertutup tidak bisa mendengarkan lagi mendengarkan lagi merdunya suara dan nasehat para ulama ???
  • bagaiman rasanya kalau hidung ini sudah tidak bisa dipakai lagi untuk mencium bau-bauan yang wangi ???
  • bagaimana sedihnya, seandainya lidah/mulutini tidak lagi merasakan lezatnya makanan, dan tidak bisa berbicara menegakkan kebenaran ???
  • bagaimana kalau hidup ini tidak lagi ada masalah, pasti sepi dan sunyi, mati tak bergairah lagi...
  • bagaimana kalau otak dan hati tidak lagi bisa berfikir dan tidak bisa merenung tentang kebesaran ayat-ayat Illahi Robbi...
       Maka kita akan segera tahu betapa nikmatnya semua perlengkapan anggota tubuh yang kita miliki. Kita akan tahu berapa nilainya jika diukur dengan materi atau dibeli dengan uang. 
Untuk itulah kita sudah seharusnya bersyukur dan berterima kasih kepada Allah  SWT, syukur atas semua rahmat dan karunia-NYA yang berlimpah ruah.
       Sungguh, kehidupan ini laksana balita yang selalu mendapat perhatian penuh dari orang tua. kita hidup selalu dalam perlindungan-NYA, dalam pengawasan-NYA, terlebih dalam kasih sayang-NYA. kehidupan kita ini telah diberi kebebasan oleh Alah SWT, disiapkan semua keperluan hidup, dari yang terkecil sampai yang paling besar, dari yang kita minta secara langsung maupun yang tanpa kita minta, semuanya telah Allah SWT persiapkan berlimpah ruah :
  • Mau makanan, bumi terhampar penuh dengan aneka tanaman dan tumbuh-tumbuhan, tinggal menggarap dan mengelolanya.
  • Mau ikan, ikan selaut tinggal menjaringnya / menangkapnya.
  • Mau perhiasan, perut bumi penuh dengan tambang dan aneka macam kekayaan, tinggal menggali dan mengelolanya.
  • Mau air, hujan dari langit mengucur dan dari bumi memancur.
  • Mau udara, angin berhembus tinggal menghirup.
  • Mau menikah, banyak wanita dan pria tinggal memilih dan menikah secara islam.
  • Mau uang ???   bank banyak bertebaran tinggal mengajukan kredit.
Pokoknya, semua yang diperlukan sudah ada, terserah bagaimana kita menrenggutnya.
 
Maha besar Allah, siapa orang yang berani mengingkari semua nikmat tersebut ??? hanya orang-orang yang tidak normal saja yang tidak mau bersyukur kepada Allah SWT....